Senin, 22 November 2021

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

 Semoga Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 1 ini akan membuat belajar kalian terasa lebih mudah dan menyenangkan. Selain membuat belajar menjadi lebih mudah dan menyenangkan, rangkuman materi ini dapat mempermudah dalam membuat peta konsep, serta bisa mempermudah guru dan siswa dalam mengingat materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 1 Karena materi untuk satu semester bisa terangkum dalam satu ringkasan materi yang mudah untuk dikuasai.

Pelajaran 1 Menyusun Laporan Hasil Observasi

  1. Teks laporan hasil observasi disusun dengan struktur
    (a) pernyataan umum atau klasifikasi,
    (b) deskripsi bagian, dan
    (c) deskripsi manfaat.
  2. Pernyataan umum berisi pembuka atau pengantar hal yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar pemahaman tentang hal tersebut.
  3. eskripsi bagian, bagian ini berisi uraian detail mengenai objek atau bagian-bagiannya. Deskripsi manfaat menunjukkan bahwa setiap objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan.
  4. Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi antara lain
    (a) Penggunaan kata/ frasa nomina,
    (b) Pembentukan nomina dan verba turunan dengan afiksasi,
    (c) Penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripisi,
    (d) Kalimat simpleks dan kompleks
  5. Pelajaran 2 Mengembangkan Pendapat dalam Eksposisi

    1. Eksposisi merupakan genre teks berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain memahami pendapatnya yang disampaikan. Gagasan tersebut disampaikan oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis.
    2. Sruktur teks eksposisi meliputi:
      (a) tesis atau pernyataan pendapat,
      (b) argumentasi, dan
      (c) penegasan ulang.
    3. Tesis atau pernyataan pendapat adalah bagian pembuka dalam teks eksposisi. Bagian tersebut berisi pendapat umum yang disampaikan penulis terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks eksposisi.
    4. Argumentasi merupakan unsur penjelas untuk mendukung tesis yang disampaikan. Argumentasi dapat berupa alasan logis, data hasil temuan, fakta-fakta, bahkan pernyataan para ahli. Argumen yang baik harus mampu mendukung pendapat yang disampaikan penulis atau pembicara.
    5. Penegasan ulang bertujuan untuk menegaskan pendapat awal serta menambah rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat
    6. Pelajaran 3 Menyampaikan Ide Melalui Anekdot

      1. Anekdot adalah cerita singkat dan lucu yang digunakan untuk menyampaikan kritik melalui sindiran lucu terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik.
      2. Isi anekdot adalah sindiran dan kritikan terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik.
      3. Fungsi komunikasi teks anekdot adalah untuk menyampaikan kritik terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik.
      4. Struktur teks anekdot adalah abstraksi, orientasi, krisis, reaksi dan koda.
      5. Ciri kebahasaan teks anekdot adalah
        (a) menggunakan kalimat yang menyatakan masa lalu;
        (b) menggunakan kalimat retoris;
        (c) menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu dan konjungsi yang menyatakan hubungan sebab-akibat;
        (d) menggunakan kata kerja aksi; dan
        (e) menggunakan kalimat seru.

      Pelajaran 4 Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Melalui Cerita Rakyat

      1. Hikayat adalah salah satu jenis cerita rakyat yang disajikan dengan menggunakan bahasa Melayu klasik.
      2. Karakteristik hikayat antara lain (a) merupakan kisah kemustahilan, (b) tokoh-tokohnya mempunyai kesaktian, (c) istana sentris, dan (d) anonim, pengarang cerita tidak diketahui.
      3. Nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat sama dengan nilai-nilai dalam cerpen. Sebagian di antara nilai dalam hikayat yang masih sesuai dengan nilai kehidupan masa kini.
      4. Dari segi bahasa, hikayat mempunyai kekhasan yaitu menggunakan bahasa melayu klasik yang ditandai dengan penggunaan banyak kata penghubung dan kata-kata arkais.
      5. Persamaan hikayat dan cerpen antara lain dapat dilihat dari penggunaan gaya bahasa dan pengembangan alur.
      6. Pelajaran 5 Membuat Kesepakatan Melalui Negosiasi

        1. Negosiasi ialah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi lain).
        2. Tujuan negosiasi ialah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan, memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan), mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak untuk melakukan transaksi, atau menyelesaikan sengketa atau perselisihan pendapat.
        3. Unsur-unsur pembangun teks negosiasi adalah
          (a) partisipan,
          (b) perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak,
          (c) ada pengajuan dan penawaran, dan
          (d) persetujuan atau kesepakatan.
        4. Cara melakukan pengajuan dan penawaran adalah menyampaikan pengajuan maupun penawaran bersikap sopan, tidak menekan pihak lain, saling menguntungkan, serta disertai dengan alasan.
        5. Teks negosiasi dapat ditemukan dalam bentuk dialog (drama), gabungan antara narasi dan dialog seperti pada cerpen, serta pada surat penawaran dan permintaan barang.
        6. Struktur teks negosiasi adalah orientasi, pengajuan, penawaran dan persetujuan
        7. Pelajaran 6 Berpendapat Melalui Debat

          1. Debat adalah proses saling bertukar pendapat untuk membahas suatu isu dengan masing-masing pihak yang berdebat memberi alasan. Apabila perlu, ditambah dengan informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Hasil debat biasanya menghasilkan sudut pandang baru yang bisa diterima kedua belah pihak.
          2. Unsur-unsur debat adalah
            (a) mosi,
            (b) tim afirmasi,
            (c) tim oposisi,
            (d) tim netral,penonton/ juri yang dipanggil,
            (e) moderator, dan
            (f) penulis.
          3. Mosi adalah permasalahan yang diperdebatkan. Kamu bisa mengetahuinya dari judul dan pendapat yang disampaikan pihak-pihak yang berdebat.
          4. Ragam bahasa yang digunakan dalam debat adalah ragam ilmiah yang harus memenuhi ciri:
            (a) sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa (pembentukkan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf);
            (b) Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis), harus tepat, dan hanya memiliki satu makna, padat, langsung menuju sasaran, runtun dan sistematis dan tersaji sebagai kalimat efektif; dan
            (c) Kata yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denotatif)
          5. Pelajaran 7 Belajar Dari Biografi

            1. Riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokohnya disebut autobiografi, sedangkan riwayat hidup yang ditulis oleh orang lain disebut biografi.
            2. Berdasarkan fungsi ataupun tujuannya, cerita ulang dikategorikan sebagai teks narasi, yakni teks yang bertujuan untuk mengisahkan suatu peristiwa dengan senyata-nyatanya sehingga pembaca ataupun pendengarnya seolah-olah menyaksikan langsung peristiwa itu.
            3. Struktur teks biografi adalah:
              (a) Orientasi atau setting (aim), berisi informasi mengenai latar belakang kisah atau peristiwa yang akan diceritakan selanjutnya untuk membantu pendengar/pembaca. Informasi yang dimaksud berkenaan dengan ihwal siapa, kapan, di mana, dan mengapa;
              (b) Kejadian penting (important event, record of events), berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis, menurut urutan waktu, yang meliputi kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh; dan
              (c) Reorientasi, yang berisi komentar evaluatif atau pernyataan kesimpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah diceritakan sebelumnya.
            4. Untuk menemukan karakter unggul tokoh dapat dilakukan dengan mengidentifikasi peristiwa/ permasalahan apa yang dialami seseorang serta bagaimana caranya menghadapi semua itu.
            5. Cara penggambaran karakter unggul tokoh ada dua yaitu:
              (a) Secara langsung, penulis atau pencerita langsung menyebutkan karakter tokohnya, dan
              (b) Secara tidak langsung melalui dialog tokoh dan dialog tokoh lain, dan apa yang dilakukan tokoh lain,
            6. Pelajaran 8 Mendalami Puisi

              1. Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu.
              2. Tema puisi menjadi inti dari makna atau pesan yang ingin disampaikan penyair dalam puisinya.
              3. Makna puisi adalah pesan yang ingin disampaikan penyair lewat puisinya.
              4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membacakan dan memusikalisasikan puisi adalah vokal, intonasi, dan ekspresi. Untuk musikalisasi puisi ditambah unsur musiknya.
              5. Pengimajian adalah kata atau susunan yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.
              6. Kata kongkret adalah kata yang memungkinkan munculnya imaji karena dapat ditangkap indera.
              7. Rima (persajakan) adalah bunyi-bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata-kata dalam larik dan bait. Sedangkan irama (ritme) adalah pergantian tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut ucapan bunyi.

Selasa, 09 Februari 2021

Sejarah kuda Lumping

 Kesenian Tari Kuda lumping merupakan sebuah seni tari yang dipentaskan dengan menggunakan peralatan berupa kuda tiruan yang terbuat  dari anyaman bambu. Dilihat dari ritmisnya tarian kuda lumping ini sepertinya merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran jaman dulu ,yaitu sebuah pasukan kavaleri berkuda.Ini bisa dilihat dari gerakan seni tari kuda lumping yang dinamis,ritmis dan agresif,layaknya gerakan pasukan berkuda ditengah medan peperangan.

Sejarah asal mula seni trai kuda lumping, banyak diyakini adalah sebuah bentuk dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponogoro dalam menghadapai penjajah Belanda. Dalam versi lain menyebutkan bahwa asal muasal kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah yang dibantu oleh Sunan Kalijaga melawan Bangsa Belanda yang menjajah tanah air. Versi lain juga menyebutkan bahwa tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin oleh sultan Hamengku Buwono I, raja mataram untuk menghadapi pasukan tentara Belanda.

Sejarah lain menyebutkan bahwa asal usul kuda lumping diawali pada jaman dahulu dari tanah jawa hidup seorang raja yang sakti mandaraguna, Raja yang banyak mendengar kisah kepahlawanan mahabarata. Raja tersebut sangat kagum akan kisah perang Bhatarayudah di kurusetra yang diturunkan oleh para Brahmana dan kstaria istana. Dan sang raja sangat yakin bahwa perang Bhatarayudha akan berulang ditanah Jawa.

Beliau sangat tertarik dengan tentara berkudadan Arjuna dengan kerata kudanya yang gambarnya diperlihatkan oleh buyutnya dari tanah Alengka, karena beliau sesungguhnya adalah keturunan pelarian hindu tamil dari tanah Srilangka negri yang kini murtad memeluk agama Budha lantaran negrinya sering dicemooh sebagai

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia.

Senin, 08 Februari 2021

MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI TEKS SENI BERBAHASA DAN TEKS ILMIAH SEDERHANA

 A.  Hakikat Apresiasi 

  Apresiasi dapat diartikan suatu langkah untuk mengenal, memahami, dan menghayati suatu karya sastra yang berakhir dengan timbulnya pencelupan atau rasa menikmati karya tersebut dan berakibat subjek apresiator bisa menghargai karya sastra yang dinikmatinya secara sadar. 

B.  Proses Apresiasi

 Untuk mengapresiasi sebuah karya sastra atau teks seni bahasa, perlu dilakukan aktivitas berupa (1) mendengarkan/menyimak,(2) membaca, (3) menonton, (4) mempelajari bagian-bagiannya, (5) menceritakan kembali, (6) mengomentari, (7) meresensi, (8) membuat parafrasa, (9) menjawab pertanyaan, (1) merasakan atau melakonkan, (11) membuat sinopsis cerita. Selain aktivitas merespons, juga melakukan langkah-langkah (1) menginterprestasi, (2) menganalisis, (3) menikmati, (4) mengevaluasi, dan (5) memberikan penghargaan 

C. Jenis Apresiasi

 Setelah melakukan pilihan kepada sebuah bentuk karya sastra yang menarik pikiran dan perasaan atau jiwa seninya, seseorang akan merespons karya tersebut dengan dua bentuk sikap atau jenis apresiatif, yaitu: 

1. apresiasi yang bersifat kinetik atau sikap tindakan, dan

 2. apresiasi yang bersifat verbalitas 

D. Pengertian Prosa 

Prosa ialah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi seperti puisi. Bahasa prosa seperti bahasa sehari-hari. Menurut isinya prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.

1. Prosa fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/ imajinatif. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng. Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut unsur intrinsik, yaitu: tema, alur/plot, penokohan, latar, amanat, sudut pandang pengarang, dan gaya bahasa. 

2. Prosa nonfiksi Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Prosa nonfiksi disebut juga karangan semi ilmiah, yang termasuk karangan semi ilmiah ialah: artikel, tajuk rencana, opini, feature, biografi, tips, reportase, jurnalisme baru, iklan, dan pidato.

E. Memahami Puisi

 1. Pengertian Puisi 

 Puisi adalah wujud ekspresi pikiran dan batin seseorang melalui kata-kata yang terpilih dan dapat mewakili berbagai ungkapan makna sehingga menimbulkan tanggapan khusus, keindahan, dan penafsiran beragam. Dalam pengertian bebas yang lain, puisi disebut juga ucapan atau ekspresi tidak langsung atau ucapan ke inti pati masalah, peristiwa, ataupun narasi (Pradopo, 2005, 314). 

2. Hakikat Puisi

 Sebagai karya sastra, puisi tetap harus memiliki kemampuan menampung segala unsur yang berkaitan dengan kesastraan. Setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk memahami hakikat puisi, yaitu: sifat seni, kepadatan, dan ekspresi tidak langsung. 

3. Unsur-unsur di dalam puisi 

 Selain memiliki unsur-unsur yang tampak seperti diksi, misalnya (penggunaan ungkapan, majas, peribahasa), tipografi (pola susunan puisi seperti larik, bait), serta rima/ritme (persamaan bunyi), puisi juga memiliki unsur batin. Unsur batin di dalam puisi meliputi: tema, rasa (nada, dan amanat)

I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!

1. Yang tidak termasuk bentuk prosa nonfiksi ialah 

a. artikel 

c. feature 

d. tips 

b. legenda 

e. tajuk rencana 

2. Karangan yang tidak terikat oleh baris, persamaan bunyi, dan irama disebut 

a. drama 

b. puisi 

c. prosa

d. seni tradisional 

e. lirik lagu 

3. Di bawah ini yang bukan termasuk langkah-langkah apresiasi adalah 

a. mengenal 

d. memberikan reaksi 

b. memahami 

e. memberikan penghargaan 

c. menghayati/menjiwai 

4. Perbedaan cerpen dan novel adalah di bawah ini, kecuali 

 a. dari perkembangan nasib tokohnya 

 b. perkembangan seÄ´ing atau latarnya

 c. karakter dan watak tokohnya 

 d. dari jenis sastranya 

 e. penyajian konfliknya

5. Yang merupakan apresiasi verbal ialah 

a. mengindentifikasi watak tokoh 

b. membuat karya yang sejenis 

c. mengomentari bentuk sastra tersebut

d. menyenangi sebuah karya sastra 

e. memberikan penghargaan yang tinggi 

6. Tema bacaan berbentuk dongeng berjudul “Bayangan di Cermin” ialah 

a. cermin yang menipu b. kebodohan sepasang suami istri tentang cermin 

c. kecemburuan istri terhadap suami 

d. suami yang menyimpan wanita di dalam cermin 

e. hadiah cermin dari suami untuk istri 

7. Yang biasa menjadi pokok bahasan di dalam artikel adalah di bawah ini, kecuali 

a. kepariwisataan 

b. kisah perjalanan

c. profil tokoh 

d. satire

e. mitos 

c. profil tokoh 

8. Latar cerita berjudul “Siti” adalah 

a. di sekolah siang hari 

b. di rumah dari pagi hingga malam 

c. di kamar pagi-pagi sekali 

d. di ruang tamu, siang hari 

e. di dapur pagi sampai sore 

9. Segala peristiwa atau kejadian yang baru saja terjadi biasanya diliput dalam bentuk 

a. dokumen 

d. reportase 

b. feature 

e. tajuk rancana 

c. ulasan peristiwa 

10. Tulisan yang berisi ulasan atau tanggapan sebuah redaksi media massa, biasanya tentang hal yang masih hangat dibicarakan orang ialah 

a. tajuk rencana

b. feature

d. reportase 

c. satire 

e. journal 

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Prosa? 

2. Sebutkan bentuk-bentuk karya sastra! 

3. Apa perbedaan prosa dan puisi? 

4. Sebutkan macam-macam prosa fiksi! 

5. Sebutkan jenis-jenis prosa nonfiksi! 

6. Sebutkan unsur-unsur intrinsik karya sastra! 

7. Apa yang dimaksud dengan ficer atau featur? 

8. Jelaskan ciri bahasa iklan! 

9. Sebutkan sistematika pidato! 

10. Sebutkan unsur-unsur batin yang ada di dalam puisi!


Minggu, 26 April 2020

Menentukan Isi Teks Deskripsi

Menentukan Isi Teks Deskripsi

 Menentukan Perincian Informasi pada Teks Deskripsi 


Bacalah teks berikut dan pahami isinya!

Teks 1

Pesona Pantai Senggigi 

Pantai Senggigi merupakan salah satu wisata andalan di Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi sangat indah. Pantai Senggigi terletak di Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pantai Senggigi merupakan pantai dengan garis pantai terpanjang. Pemandangan bawah laut Senggigi juga menakjubkan. Pura Bolong menjadi pelengkap wisata di Pantai Senggigi. 

Memasuki bibir Pantai Senggigi kita akan disambut angin pantai yang lembut dan udara yang segar. Angin lembut terasa mengelus kulit. Garis pantai Senggigi yang panjang dengan gradasi warna pasir putih dan hitam membuat keindahan pantai ini semakin menarik. Ombak yang tenang di pantai ini membuat rasa tenteram semakin lengkap. Dari kejauhan tampak hamparan permadani biru toska berpadu dengan hiasan buih-buih putih bersih. Sungguh elok pemandangan pantai ini. Bukit-bukit tangguh nampak menjadi latar bagian pantai. Pantai Senggigi dengan pesonanya benar-benar seperti lukisan di kanvas alam yang luas terbentang.

Pemandangan bawah laut Senggigi juga tidak kalah memesona. Terumbu karang yang masih terawat menyuguhkan pemandangan alam bawah laut yang memukau. Terumbu karang nampak berwarna-warni sangat indah. Ikan beraneka warna menambah keindahan bawah laut Senggigi. Dengan snorkeling maupun menyelam anda dapat menyaksikan pemandangan bawah laut yang mengagumkan. Anda akan menyaksikan betapa mempesonanya taman bawah lautnya. Air laut yang jernih serta banyak terumbu karang terawat dengan ikan-ikan beraneka ragam menambah keindahan taman laut di Senggigi. 

Selain pemandangan bawah laut, terdapat juga pemandangan indah di Pura Batu Bolong. Pada arah selatan bibir pantai Senggigi, terdapat pura kecil yang bernama Batu Bolong.Sesuai dengan namanya, pura ini berdiri kokoh di atas batu karang yang memiliki lubang di tengahnya. Sungguh sebuah keagungan pura di tengah keindahan Senggigi. Berkunjung ke pura ini, Anda langsung disambut buih-buih ombak yang tenang dan bersahabat. Seketika kedamaian dan kenyamanan seperti merangkul saat berada di area sekitar Pura Batu Bolong. Memasuki pura yang berhadapan langsung dengan Selat Lombok dan Gunung Agung Bali ini, Anda harus berjalan menuruni anak tangga. Pura pertama yang dijumpai berdiri di bawah pohon rindang. Sementara, pura kedua berdiri kokoh di atas karang yang menjulang setinggi sekitar 4 meter dan memiliki lubang di bawahnya. Jika berkunjung saat cuaca sedang cerah, Anda dapat melihat pemandangan Gunung Agung Bali yang menjulang tinggi. Pada waktu-waktu tertentu, Anda juga bisa melihat para pemancing tradisional sedang mencari ikan dengan cara menceburkan diri ke dalam laut. Selain itu, melewati senja sambil memandang matahari terbenam di pura ini juga menjadi saat-saat paling menyenangkan. Keindahan semburat merah sang mentari menjadi pemandangan yang sangat menakjubkan.

Wisata pantai Senggigi menawarkan sejuta keindahan dan kenyamanan. Sungguh pemandangan yang menakjubkan.

Teks 2

Gebyar Pementasan Tari Kolosal Ariah 

Drama tari kolosal “Ariah” dipentaskan di area Monas. Pementasan tari kolosal ini dalam rangka hari jadi Kota Jakarta ke- 386. Drama musikal “Ariah” diambil dari cerita Betawi. “Ariah” menceritakan pejuang perempuan muda Betawi yang penuh semangat dan mempunyai martabat. Atilah Soeryadjaya memprakarsai dan menjadi sutradara cerita rakyat Betawi ini. Selain itu, seniman serba bisa itu juga menulis naskah dan sekaligus menulis lirik lagu pementasannya. Dari awal sampai akhir, pementasan ini sangat memukau.

Pertunjukan dimulai pada pukul 20.00. Pertunjukan dibuka dengan nyala api yang berkobar di depan tugu Monas. Di bagian barat kembang api meluncur deras ke langit Jakarta diiringi alunan musik mengentak keras. Penonton bersorak-sorai kaget sekaligus terpesona. Tata lampu yang didukung cuaca cerah malam itu semakin menambah kedahsyatan suasana pembukaan. Pertunjukan awal melibatkan Monas sebagai latar. Monas nampak gagah dan menawan karena berkali-kali disoroti gambargambar indah sebagai latar cerita.

Setelah sukses memukau penonton pada acara pembukaan, penonton disuguhi kemunculan 200 penari yang menjadi inti drama Ariah. Para penari berlenggak-lenggok di atas tiga level panggung miring dengan sudut 15 derajat. Kostum warna-warni tradisional Betawi nampak semarak dibalut sinar lampu yang dramatis. Erwin Gutawa mengaransemen lagulagu Betawi dengan syahdu. Musik menggetarkan suasana.

Adegan puncak benar-benar mengaduk-aduk emosi penonton. Beragam suasana hati semakin dirasakan penonton. Nuansa keceriaan permainan anak-anak wak wak gung disusul suasana romantis Juki dan Ariah. Adegan berganti dengan suasana seru latihan silat antara Ariah dan Juki. Pergantian suasana berlangsung sangat cepat. Puncak ketegangan semakin terasa pada saat para penari laki-laki membawa replika obor yang menggambarkan suasana perlawanan para petani terhadap pemerintah kolonial. Suasana tanam paksa diiringi dan kekejaman para tuan tanah yang merugikan bagai lintah darat divisualisasikan dengan penuh penjiwaan. 

Pementasan ditutup dengan peristiwa tragis. Irama yang menyayat menutup pertunjukan atas tragedi yang menimpa Ariah. Cahaya lampu meredup. Angin malam berembus cukup dingin seakan ikut merasakan kedukaan Ariah. 

Pentas drama tari musikal kolosal Ariah ini sangat megah dan fantastik. Pagelaran karya seni yang berbasis budaya lokal Betawi ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang spektakuler. Tepuk tangan gemuruh mengiringi akhir pementasan.  
 

Sabtu, 25 April 2020

Belajar Mendeskripsikan

Belajar Mendeskripsikan

KOMPETENSI DASAR
 3.1 Mengidentifikasi informasi dalam teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca.
 4.1 Menentukan isi teks deskripsi objek (tempat wisata, tempat bersejarah, pentas seni daerah, kain tradisional, dll) yang didengar dan dibaca. 
3.2 Menelaah struktur dan unsur kebahasaan dari teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) yang didengar dan dibaca. 
4.2 Menyajikan data, gagasan, kesan dalam bentuk teks deskripsi tentang objek (sekolah, tempat wisata, tempat bersejarah, dan atau suasana pentas seni daerah) secara tulis dan lisan dengan memperhatikan struktur, kebahasaan baik secara lisan dan tulis.

Pengantar
Dengan kemampuan mendeskripsikan, kamu dapat menjadi penulis hebat. Sebelum belajar mendeskripsikan objek wisata, cobalah kamu nyanyikan dulu lagu nasional yang berisi deskripsi keindahan Indonesia di bawah ini.
Rayuan Pulau Kelapa 
Tanah airku Indonesia Negeri elok amat kucinta Tanah tumpah darahku yang mulia Yang kupuja sepanjang masa Tanah airku aman dan makmur Pulau kelapa yang amat subur Pulau melati pujaan bangsa Sejak dulu kala Reff Melambai-lambai Nyiur di pantai Berbisik-bisik Raja Kelana Memuja pulau Nan indah permai Tanah Airku Indonesia 

Ismail Marzuki mendeskripsikan keindahan Indonesia lewat lagu Rayuan Pulau Kelapa. Keindahan apa saja yang dideskripsikan Ismail Marzuki melalui lagunya? Berikan alasan pendapatmu. Kata-kata apa saja yang menunjukkan bahwa lagu di atas mendeskripsikan keindahan Indonesia? Ayo, belajar sungguh-sungguh agar dapat memberi sumbangsih untuk Indonesia.

A.Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi
Pernahkah kamu mendengar atau membaca teks deskripsi? Tentu kamu pernah melihat acara jalan-jalan dari sebuah televisi yang menayangkan keindahan pariwisata Indonesia dengan pemaparan yang menarik. Atau pernahkah kamu membaca info perjalanan yang mendeskripsikan keindahan wisata Indonesia? Ya, itulah beberapa contoh teks deskripsi. Teks deskripsi dapat ditemukan di buku yang berisi informasi perjalanan, dalam film atau cerpen, majalah perjalanan, dan program televisi tentang jalan-jalan. 

Pada kegiatan ini gurumu akan memandu agar kamu aktif menemukan ciri umum dan pemetaan isi teks deskripsi. Ikuti rangkaian kegiatan berikut dengan penuh gairah! Selamat belajar menjadi pendeskripsi andal.
 
Bacalah teks berikut. 

Teks 1 
Parangtritis nan Indah 
Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 Pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yokyakarta. Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

 Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

 Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa menyaksikan kerumunan anak-anak bermain pasir. Tua muda menikmati embusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. 

Teks 2
Ayah, Panutanku 

Ayahku bernama Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih beruban. Di dagunya terdapat bekas cukur jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku kuning langsat. Wajah ayah tipikal Batak dengan rahang yang kuat dan hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam dengan alis tebal. Sepintas ayahku seperti orang India.

 Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal. Tidak pernah terlihat marah-marah atau membentak. Beliau selalu menunjukkan perasaanya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya. 

Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya.

Teks 3
Ibu, Inspirasiku 

 Ibuku bernama Wulandari. Mukanya selalu bersinar seperti bulan. Cocok sekali dengan namanya yang berarti bulan bersinar. Mukanya bulat dengan alis tipis seperti semut beriring. Kulit ibuku sawo matang, khas wanita Jawa. Beliau tidaklah tinggi, tidak pula pendek. Rambutnya hitam 

bergelombang. Sampai usia 56 tahun kulihat rambutnya masih legam tanpa semir. Pandangan matanya yang kuat kini sudah mulai sayu termakan usia. Namun mata hatinya tetap kuat bagaikan baja.

 Ibu adalah wanita yang sangat baik. Dia ramah dan tutur katanya lembut kepada siapa saja. Dia sangat suka membantu orang lain, terutama yang sedang dalam kesusahan. Profesinya sebagai guru semakin mengokohkan prinsipnya untuk selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama.

 Meskipun sudah berumur, ibuku masih menuntut ilmu. Ibuku melanjutkan ke jenjang S-2. Padahal harusnya dia sudah tidak disibukkan oleh tugas kuliah. Tetapi, sepertinya ibuku sangat menikmati sekolahnya. Sambil bernyanyi kecil dia mengerjakan tugas kuliahnya. Belajar terus sepanjang hayat, itulah semboyannya.

Teks deskripsi 4
Si Bagas, Kelinciku
Kelinciku bernama Bagas. Kunamakan Bagas karena saya berharap kelinci kesayanganku itu selalu sehat dan bugar. Bagas memiliki bulu yang lebat dan putih bersih. Matanya cokelat seperti madu. Matanya jernih menyejukkan untuk dipandang. Bibir mungilnya yang merah muda sungguh menggemaskan. Telinganya panjang dan melambai-lambai kalau dia berlari.
 
Bagas sangatlah manja. Hampir tiap malam, Bagas tidur di ujung kakiku. Sebelum kuelus-elus dia akan selalu menggangguku. Kalau waktunya makan dia berputar-putar di depanku sambil mengibas-ngibaskan telinganya yang panjang. Mulutnya berkomat-kamit seperi orang sedang berdoa. Kemanjaannya membuat aku selalu rindu.

 Bagas memiliki perilaku unik. Kalau marah, Bagas melakukan atraksi yang menarik. Dia menggunakan kaki belakangnya dan melompat dalam jangkauan yang begitu jauh. Buk! Sering terdengar dia menjatuhkan diri. Kadang dia melompat sampai sejauh tiga meter. Kalau tidak dipedulikan, kakinya dientak-entakkan seperti anak kecil yang merajuk minta dibelikan mainan. Dengan menggunakan kaki belakangnya pula, dia berdiri sangat tinggi seperti sedang menunjukkan bahwa dia bisa menarik perhatian kita.

Menentukan Ciri Isi dan Tujuan Teks Deskripsi kelas

 SMP/MTs KELAS VII

Pernahkah kamu mendengar atau membaca teks deskripsi? Tentu kamu pernah melihat acara jalan-jalan dari sebuah televisi yang menayangkan keindahan pariwisata Indonesia dengan pemaparan yang menarik. Atau pernahkah kamu membaca info perjalanan yang mendeskripsikan keindahan wisata Indonesia? Ya, itulah beberapa contoh teks deskripsi. Teks deskripsi dapat ditemukan di buku yang berisi informasi perjalanan, dalam film atau cerpen, majalah perjalanan, dan program televisi tentang jalan-jalan. Pada kegiatan ini gurumu akan memandu agar kamu aktif menemukan ciri umum dan pemetaan isi teks deskripsi. Ikuti rangkaian kegiatan berikut dengan penuh gairah! Selamat belajar menjadi pendeskripsi andal. Bacalah teks berikut.

Parangtritis nan Indah 

Salah satu andalan wisata Kota Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis. Tepatnya Pantai Parangtritis berada di Kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai ini terletak sekitar 27 km arah selatan Yokyakarta.

 Pemandangan Pantai Parangtritis sangat memesona. Di sebelah kiri, terlihat tebing yang sangat tinggi, di sebelah kanan, kita bisa melihat batu karang besar yang seolah-olah siap menjaga gempuran ombak yang datang setiap saat. Pantai bersih dengan buih-buih putih bergradasi abu-abu dan kombinasi hijau sungguh elok.

 Kemolekan pantai serasa sempurna di sore hari. Di sore hari, kita bisa melihat matahari terbenam yang merupakan saat sangat istimewa. Lukisan alam yang sungguh memesona. Semburat warna merah keemasan di langit dengan kemilau air pantai yang tertimpa matahari sore menjadi pemandangan yang memukau. Rasa hangat berbaur dengan lembutnya hembusan angin sore, melingkupi seluruh tubuh. Seakan tersihir kita menyaksikan secara perlahan matahari seolah-olah masuk ke dalam hamparan air laut.

 Banyaknya wisatawan yang selalu mengunjungi Pantai Parangtritis ini membuat pantai ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Di pantai Parangtritis ini kita bisa menyaksikan kerumunan anak-anak bermain pasir. Tua muda menikmati embusan segar angin laut. Kita juga bisa naik kuda ataupun angkutan sejenis andong yang bisa membawa kita ke area karang laut yang sungguh sangat indah. 

Ayah, Panutanku

Ayahku bernama Abu Salman. Ayah berpostur sedang, berumur sekitar 54 tahun. Rambutnya putih beruban. Di dagunya terdapat bekas cukur jenggot putih di dagunya. Kulit ayahku kuning langsat. Wajah ayah tipikal Batak dengan rahang yang kuat dan hidung mancung tapi agak besar. Matanya hitam tajam dengan alis tebal. Sepintas ayahku seperti orang India.

Meskipun kelihatannya mengerikan, ayahku orang yang sabar. Wajahnya teduh dan selalu tersenyum menghadapi masalah apa pun. Ya, ayahku adalah orang yang paling sabar yang pernah aku kenal. Tidak pernah terlihat marah-marah atau membentak. Beliau selalu menunjukkan perasaanya lewat gerakan bermakna di wajahnya. Jika melihat anaknya membandel, ayah hanya menggeleng sambil berkata lirih untuk membujuknya.

 Tidak seperti orang Batak yang logatnya agak keras, ayahku sangat pendiam. Beliau yang irit kata, lebih suka memberi contoh langsung kepada anaknya tanpa perlu menggurui. Bagai air yang mengalir tenang, tetapi sangat dalam. Beliau adalah teladan bagi anak-anaknya.

MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI TEKS SENI BERBAHASA DAN TEKS ILMIAH SEDERHANA

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

  Semoga   Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 1   ini akan membuat belajar kalian terasa lebih mudah dan menyenangkan. Sela...