Selasa, 09 Februari 2021

Sejarah kuda Lumping

 Kesenian Tari Kuda lumping merupakan sebuah seni tari yang dipentaskan dengan menggunakan peralatan berupa kuda tiruan yang terbuat  dari anyaman bambu. Dilihat dari ritmisnya tarian kuda lumping ini sepertinya merefleksikan semangat heroisme dan aspek kemiliteran jaman dulu ,yaitu sebuah pasukan kavaleri berkuda.Ini bisa dilihat dari gerakan seni tari kuda lumping yang dinamis,ritmis dan agresif,layaknya gerakan pasukan berkuda ditengah medan peperangan.

Sejarah asal mula seni trai kuda lumping, banyak diyakini adalah sebuah bentuk dukungan rakyat jelata terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponogoro dalam menghadapai penjajah Belanda. Dalam versi lain menyebutkan bahwa asal muasal kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan Raden Patah yang dibantu oleh Sunan Kalijaga melawan Bangsa Belanda yang menjajah tanah air. Versi lain juga menyebutkan bahwa tarian ini mengisahkan tentang latihan perang pasukan Mataram yang dipimpin oleh sultan Hamengku Buwono I, raja mataram untuk menghadapi pasukan tentara Belanda.

Sejarah lain menyebutkan bahwa asal usul kuda lumping diawali pada jaman dahulu dari tanah jawa hidup seorang raja yang sakti mandaraguna, Raja yang banyak mendengar kisah kepahlawanan mahabarata. Raja tersebut sangat kagum akan kisah perang Bhatarayudah di kurusetra yang diturunkan oleh para Brahmana dan kstaria istana. Dan sang raja sangat yakin bahwa perang Bhatarayudha akan berulang ditanah Jawa.

Beliau sangat tertarik dengan tentara berkudadan Arjuna dengan kerata kudanya yang gambarnya diperlihatkan oleh buyutnya dari tanah Alengka, karena beliau sesungguhnya adalah keturunan pelarian hindu tamil dari tanah Srilangka negri yang kini murtad memeluk agama Budha lantaran negrinya sering dicemooh sebagai

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Sumatera Utara dan di beberapa daerah di luar Indonesia seperti di Malaysia.

Senin, 08 Februari 2021

MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI TEKS SENI BERBAHASA DAN TEKS ILMIAH SEDERHANA

 A.  Hakikat Apresiasi 

  Apresiasi dapat diartikan suatu langkah untuk mengenal, memahami, dan menghayati suatu karya sastra yang berakhir dengan timbulnya pencelupan atau rasa menikmati karya tersebut dan berakibat subjek apresiator bisa menghargai karya sastra yang dinikmatinya secara sadar. 

B.  Proses Apresiasi

 Untuk mengapresiasi sebuah karya sastra atau teks seni bahasa, perlu dilakukan aktivitas berupa (1) mendengarkan/menyimak,(2) membaca, (3) menonton, (4) mempelajari bagian-bagiannya, (5) menceritakan kembali, (6) mengomentari, (7) meresensi, (8) membuat parafrasa, (9) menjawab pertanyaan, (1) merasakan atau melakonkan, (11) membuat sinopsis cerita. Selain aktivitas merespons, juga melakukan langkah-langkah (1) menginterprestasi, (2) menganalisis, (3) menikmati, (4) mengevaluasi, dan (5) memberikan penghargaan 

C. Jenis Apresiasi

 Setelah melakukan pilihan kepada sebuah bentuk karya sastra yang menarik pikiran dan perasaan atau jiwa seninya, seseorang akan merespons karya tersebut dengan dua bentuk sikap atau jenis apresiatif, yaitu: 

1. apresiasi yang bersifat kinetik atau sikap tindakan, dan

 2. apresiasi yang bersifat verbalitas 

D. Pengertian Prosa 

Prosa ialah karya sastra yang berbentuk cerita yang bebas, tidak terikat oleh rima, irama, dan kemerduan bunyi seperti puisi. Bahasa prosa seperti bahasa sehari-hari. Menurut isinya prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.

1. Prosa fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/ imajinatif. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng. Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut unsur intrinsik, yaitu: tema, alur/plot, penokohan, latar, amanat, sudut pandang pengarang, dan gaya bahasa. 

2. Prosa nonfiksi Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Prosa nonfiksi disebut juga karangan semi ilmiah, yang termasuk karangan semi ilmiah ialah: artikel, tajuk rencana, opini, feature, biografi, tips, reportase, jurnalisme baru, iklan, dan pidato.

E. Memahami Puisi

 1. Pengertian Puisi 

 Puisi adalah wujud ekspresi pikiran dan batin seseorang melalui kata-kata yang terpilih dan dapat mewakili berbagai ungkapan makna sehingga menimbulkan tanggapan khusus, keindahan, dan penafsiran beragam. Dalam pengertian bebas yang lain, puisi disebut juga ucapan atau ekspresi tidak langsung atau ucapan ke inti pati masalah, peristiwa, ataupun narasi (Pradopo, 2005, 314). 

2. Hakikat Puisi

 Sebagai karya sastra, puisi tetap harus memiliki kemampuan menampung segala unsur yang berkaitan dengan kesastraan. Setidaknya ada tiga aspek yang perlu diperhatikan untuk memahami hakikat puisi, yaitu: sifat seni, kepadatan, dan ekspresi tidak langsung. 

3. Unsur-unsur di dalam puisi 

 Selain memiliki unsur-unsur yang tampak seperti diksi, misalnya (penggunaan ungkapan, majas, peribahasa), tipografi (pola susunan puisi seperti larik, bait), serta rima/ritme (persamaan bunyi), puisi juga memiliki unsur batin. Unsur batin di dalam puisi meliputi: tema, rasa (nada, dan amanat)

I. Pilihlah jawaban yang paling tepat dari pernyataan di bawah ini!

1. Yang tidak termasuk bentuk prosa nonfiksi ialah 

a. artikel 

c. feature 

d. tips 

b. legenda 

e. tajuk rencana 

2. Karangan yang tidak terikat oleh baris, persamaan bunyi, dan irama disebut 

a. drama 

b. puisi 

c. prosa

d. seni tradisional 

e. lirik lagu 

3. Di bawah ini yang bukan termasuk langkah-langkah apresiasi adalah 

a. mengenal 

d. memberikan reaksi 

b. memahami 

e. memberikan penghargaan 

c. menghayati/menjiwai 

4. Perbedaan cerpen dan novel adalah di bawah ini, kecuali 

 a. dari perkembangan nasib tokohnya 

 b. perkembangan seÄ´ing atau latarnya

 c. karakter dan watak tokohnya 

 d. dari jenis sastranya 

 e. penyajian konfliknya

5. Yang merupakan apresiasi verbal ialah 

a. mengindentifikasi watak tokoh 

b. membuat karya yang sejenis 

c. mengomentari bentuk sastra tersebut

d. menyenangi sebuah karya sastra 

e. memberikan penghargaan yang tinggi 

6. Tema bacaan berbentuk dongeng berjudul “Bayangan di Cermin” ialah 

a. cermin yang menipu b. kebodohan sepasang suami istri tentang cermin 

c. kecemburuan istri terhadap suami 

d. suami yang menyimpan wanita di dalam cermin 

e. hadiah cermin dari suami untuk istri 

7. Yang biasa menjadi pokok bahasan di dalam artikel adalah di bawah ini, kecuali 

a. kepariwisataan 

b. kisah perjalanan

c. profil tokoh 

d. satire

e. mitos 

c. profil tokoh 

8. Latar cerita berjudul “Siti” adalah 

a. di sekolah siang hari 

b. di rumah dari pagi hingga malam 

c. di kamar pagi-pagi sekali 

d. di ruang tamu, siang hari 

e. di dapur pagi sampai sore 

9. Segala peristiwa atau kejadian yang baru saja terjadi biasanya diliput dalam bentuk 

a. dokumen 

d. reportase 

b. feature 

e. tajuk rancana 

c. ulasan peristiwa 

10. Tulisan yang berisi ulasan atau tanggapan sebuah redaksi media massa, biasanya tentang hal yang masih hangat dibicarakan orang ialah 

a. tajuk rencana

b. feature

d. reportase 

c. satire 

e. journal 

II. Jawablah soal-soal di bawah ini dengan tepat dan benar! 

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Prosa? 

2. Sebutkan bentuk-bentuk karya sastra! 

3. Apa perbedaan prosa dan puisi? 

4. Sebutkan macam-macam prosa fiksi! 

5. Sebutkan jenis-jenis prosa nonfiksi! 

6. Sebutkan unsur-unsur intrinsik karya sastra! 

7. Apa yang dimaksud dengan ficer atau featur? 

8. Jelaskan ciri bahasa iklan! 

9. Sebutkan sistematika pidato! 

10. Sebutkan unsur-unsur batin yang ada di dalam puisi!


MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI TEKS SENI BERBAHASA DAN TEKS ILMIAH SEDERHANA

Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10

  Semoga   Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas 10 Semester 1   ini akan membuat belajar kalian terasa lebih mudah dan menyenangkan. Sela...